Ekonomi

DPRD Kab Tangerang Akan Klarifikasi Mangkraknya Pembangunan Pasar

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Adi Tiya Wijaya mengatakan, lembaganya akan memanggil jajaran direksi dan dewan pengawas Perusda Niaga Kerta Raharja (Perumda NKR) atas mangkraknya pembangunan Pasar Segitiga dan Balaraja City Square.

“Kok bisa mangkrak ya,” kata Adi Tiya Wijaya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang yang dihubungi MediaBanten.Com, Senin (6/3/2023).

Politisi Partai Demokrat ini mengungkapkan, telah mendiskusikan kasus pembangunan pasar yang mangkrak dengan Komisi II DPRD.

Adit mengaku heran dengan tata kelola dan sikap menejemen yang seolah membiarkan terjadinya kondisi tersebut.

Anggota DPRD asal daerah pemilihan Kecamatan Legok, Kelapa Dua, Cisauk dan Pagedangan itu menerangkan, pemanggilan bertujuan mengklarifikasi ihwal kondisi memprihatinkan tersebut sekaligus memberi peringatan khususnya kepada jajaran direksi dan dewan pengawas Perumda NKR.

“Diharapkan nanti setelah klarifikasi, kami mendapatkan win win solutionnya,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan lantai 2 Pasar Segitiga Balaraja yang berlokasi di ruas jalan utama pertigaan Balaraja, sudah 10 tahun tidak kunjung rampung.

Warga di sekitarnya menyebut, bangunan itu sudah lama mangkrak. Padahal pasar ini, berada di lokasi yang strategis (Baca: Lantai 2 Pasar Segitiga Balaraja Mangkrak, Lantai 1 Sepi Pembeli).

Terlihat kondisi besi-besi sekira 50 centimeter tingginya menancap menjulang ke angkasa pada bagian lantai dua yang sudah dicor semen beton.

Sedangkan di lantai satu memang sudah terdapat kios-kios yang jadi. Namun pengisian kios itu tampak sepi. Pedagang pun mengeluh atas kondisi ini.

Selain itu, Pasar Tematik atau Balaraja City Square di Jalan Raya Kresek, Kabupaten Tangerang mengalami nasib serupa, sudah 4 tahun tidak kunjung terwujud.

Lokasi itu ditumbuhi semak belukar, miris dan menyedihkan (Baca: Mangkrak 4 Tahun, Bukan Kemegahan Balaraja City Square, Tapi Semak Belukar)

Pengamatan MediaBanten.Com hingga Sabtu (4/3/2023) menunjukan, tak ada bangunan megah yang tegak menjulang tinggi seperti yang digembor-gemborkan. Di lokasi tersebut, justru semak belukar tumbuh di atas seluruh area yang menjadikan pemandangan tidak sedap dilihat.

Huruf bertuliskan ‘Balaraja City Square’ terbuat dari neon box, ikut rusak dan sebagian sudah hilang bahkan tertutup rimbunnya rumput.

Padahal sekira 4 tahun silam, di atas lahan tersebut pernah berjejer kios dengan berbagai macam barang aneka dagangan seperti agen sembako maupun makanan dan ramai dikunjungi warga serta pedagang eceran. (Iqbal Kurnia)

Editor Iman NR

Iqbal Kurnia

Back to top button