Fitrah Ibu Terberangus Sistem Sekuler

Foto: Istimewa

Astagfirullahadziim, di awal tahun 2018 ini kembali ditemukan beberapa kasus kematian bayi dan anak yang disebabkan oleh faktor ekonomi dan perzinahan. Ini adalah buah dari sistem sekuler yang menyuburkan pergaulan bebas, perzinahan, sikap individualistis dimana masyarakat menjadi tidak leluasa dalam mengingatkan, menegur bahkan menjaga lingkungannya dari keburukan pergaulan bebas karena memang menjadi sesuatu yang normal saja ketika ada yang hamil diluar nikah, pacaran yang kebablasan, perselingkuhan. Yang paling miris adalah pembunuhan atau mati bersama dalam keluarga karena faktor ekonomi, kehawatiran yang tinggi tidak mampu membiayai kehidupan selanjutnya, berpikiran pendek dengan mati semua terselesaikan.

Apa solusi dari negara akan kejadian tersebut. Hanya dipermukaannya saja mereka bergerak. Tindakan pidana untuk yang bermasalah tidak memberikan efek jera. Selalu kejadian serupa berulang kembali.

Beban ekonomi yang tinggi di masa sekarang ini menyebabkan ibu kehilangan fitrah dalam mendidik dan membesarkan anak. Ibu berusaha mencari nafkah sampai tidak mengenal waktu sementara anak-anak ditinggal tanpa pengawasan dan pendidikan yang baik. Keadaan ini merupakan kelemahan dari sistem sekuler yang mencabut rasa tanggung jawab kepala keluarga sebagai pencari nafkah utama sehingga peran utama ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anak dan pengelola rumah tangga menjadi tergantikan karena harus menjadi pencari nafkah juga.

Tentu harus ada tindakan nyata dalam memperbaiki keadaan tersebut. Adanya pemisahan urusan agama dengan berbagai aspek kehidupan menyebabkan lemahnya keimanan yang dilandasi hubungannya dengan Allah. Tidak yakin dengan ketetapan Allah SWT dan  pertanggungjawaban kelak di akhirat tidak menjadi tolok ukur dalam berprilaku. Baik dan buruknya perbuatan hanya berdasarkan persepsi masing-masing. Negara tidak mampu bertindak tegas karena aturan yang dibuat berdasarkan pandangan dan pendapat manusia yang jelas akan memiliki kepentingan yang berbeda. Akhirnya peraturan yang dibuatpun tidak bisa maksimal dijalankan.

Solusi yang ditawarkan dalam sistem islam  adalah ditutupnya akses pornografi dengan tuntas sehingga masyarakat terhindarkan dari paparan aktivitas seksual yang buruk dan adanya peran negara dalam memberikan lapangan pekerjaan bagi kepala keluarga, mendorong kepala keluarga sebagai pencari nafkah utama serta memberikan pemahaman dan ilmu bagi para ibu dalam menjalani kewajibannya sebagai pendidik utama anak dan pengelola rumah tangga.

Dikirim oleh : Ageng Kartika (agengkartika8@gmail.com), Komp. Pejaten Mas C4 no 4 Kramatwatu Serang

Berita Terkait