Pemerintahan

Menteri ESDM : Suplai Gas Menjadi Prioritas Pemerintah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menyatakan pemerintah memprioritaskan suplai gas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Kita harus memprioritaskan suplai gas yang kita produksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu dan kemudian memastikan operasionalnya itu efisien,” kata Arifin.

Hal itu sehingga bisa mendapatkan gas yang kompetitif, kata Arifin, untuk mendukung berkembangnya industri – industri dalam negeri.

Dalam keterangan usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi, Senin (31/7) kemarin, dia mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi gas secara besar dan memanfaatkan potensi yang ada di dalam negeri.

Hal itu berguna untuk menjaga keberadaan suplai gas untuk indstru – industri dalam negeri.

“Kalau kita produksinya banyak, di dalam negeri belum mampu menyerap, nah ini harus bisa kita manfaatkan sebagai pendapatan ya, pendapatan untuk ke pemerintah,” kataya.

Selain itu, Menteri Arifin juga menjelaskan saat ini pasokan gas di dalam negeri masih mencukupi. Dari seluruh produksi gas dalam negeri 6,7 persennya telah dipakai di dalam negeri.

“Sisanya yang belum terserap inilah yang kita lakukan penjualan komersial, antara lain diekspor dalam bentuk LNG maupun gas pipa,” ujar Arifin.

Menurut Arifin, Presiden Jokowi telah memberikan arahan agar jajarannya melakukan evaluasi terhadap biaya – biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi gas.

Kendati demikian, dia juga berharap harga gas tersebut sesuai dengan biaya produksinya dan tetap kompetitif.

“Kita ingin menjadi negara yang kompetitif, terutama dengan kawasan – kawasan, dan negara – negara di ASEAN,” tuturnya. (Sumber: Setkab)

Editor : Abdul Hadi

Abdul Hadi

Back to top button