PBCI dan PAS Salurkan Bantuan Bagi Korban Tsunami Selat Sunda di Banten

Perkumpulan Buya Cahaya Indonesia (PBCI) dan Persatuan Anak Serang (PAS) menggalang dana dan menyalurkannya ke korban tsunami Selat Sunda yang terjadi Sabtu (22/12/2018). PBBCI dan PAS menyalurkan bantuan itu ke 11 lokasi di Kabupaten Pandeglang dan Serang yang terkena dampak tsunami tersebut.

Menurut ketua umum PBCI, Samsul Hidayat, bantuan PBCI ini berasal dari sumbangan pengurus dan masyarakat yang memberikan donasinya baik berupa logistik maupun berupa uang melalui rekening atas nama BUYA Cahaya Indonesia . Sumbangan juga berasal dari masyarakat yang antusias menyalurkan donasinya langsung di sekretariat PBCI yang terletak di jalan raya Sepang.

Bentuk bantuan yang disalurkan terdiri dari sembako, baju layak pakai, pampers bayi, pembalut wanita, selimut, makanan bayi, dan lain-lain. Selain itu PBCI juga memberikan motivasi dan trauma healing kepada anak-anak dan orang tua korban tsunami Selat Sunda.

Baca: Personel Polda Banten Bersih Jalan Hingga Patroli Ke Rumah Ditingalkan Korban Tsunami

Sementara menurut sekretaris PBCI, Dani, bantuan PBCI langsung disalurkan kepada pengungsi yang terdapat di sebelas titik pengungsian yaitu: 1. Kp. Sepen Ds. Banyu Mekar Kec. Labuan, 2. Kp. Paniis Desa Taman Jaya Kec. Sumur, 3. Kp.Tangkil Desa Tangkilsari Kec.Cimanggu, 4. Kp. Cimanggu Desa Cimanggu Kec.Cimanggu, 5. Kp.Sumur Desa Sumur Kec.Sumur, 6. Kp. Susukan Desa Carita Kec.Carita, 7. Kp. Daya Mekar Desa Kalanganyar Kec. Labuan, 8. Kp. Cihonje Ds. Tunggal Jaya Kec. Sumur, 9. Kp. Mataram Ds. Carita Kec. Carita, 10. Kp. Teneng Ds. Cinangka Kec. Cinangka, 11. Kp. Tanjung Sari, Kec. Sumur Pandeglang.

Sampai berita ini diturunkan, donasi dari masyarakat masih terus berdatangan sehingga PBCI akan kembali menyalurkan bantuan tahap IV kepada masyarakat dalam waktu dekat, imbuh Rohman selaku wakil Ketua Umum PBCI (Siaran Pers PBCI dan PAS)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait