Kesehatan

Per September, Kematian Ibu di Kota Serang 17 dan Bayi 23 Orang

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mencatat 17 kematian ibu dalam periode Januari sampai September 2022 di Kota Serang. Kematian bayi pada periode itu mencapai 23 orang.

Sedangkan Jumlah kematian ibu tahun 2021 periode Januari – Desember mencatat 17 orang. Dan, kematian bayi terbukukan 28 bayi.

Angka kematian ibu tahun 2022 per September aja sudah diangka 17 orang. Tahun 2021 angka kematian ibu ada sebanyak 17 orang terhitung dari Januari sampai Desember,” ujarnya Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Ahmad Hasanuddin saat ditemui di Ledian, Senin (19/9/2022).

Adapun faktor pemicu ibu meninggal dunia saat mengandung diakibatkan lambat dalam pengambilan keputusan penanganan kesehatan.

“Biasanya dari pihak keluarga yang lambat ambil keputusan, yang seharusnya ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKPT) harusnya dirujuk malah terjadi keterlambatan,” terangnya.

Tak hanya itu, jumlah angka kematin bayi di Kota Serang tahun 2021 diangka 28 bayi yang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut terhitung sejak Januari sampai Desember.

Kemudian, kata Hasannudin, Pada tahun 2022, kematian bayi dari Januari sampai September sudah diangka 23 bayi.

“Tahun 2021 ada 28 kematian bayi dari Januari sampai Desember, tahun 2022 sudah 23 dari Januari sampai September,” terangnya.

Hasan berharap agar angka kematian perempuan hamil tidak bertambah. “Semoga tidak nambah, kalo nambah berarti tambah kematiannya dibandingkan tahun lalu,” harapnya.

Menurut BPS, Yang dimaksud dengan Kematian Ibu adalah kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan.

Yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh dan lainnya.

Informasi mengenai tingginya kematian ibu dan anak akan bermanfaat untuk pengembangan program peningkatan kesehatan reproduksi, terutama pelayanan kehamilan dan membuat kehamilan yang aman bebas risiko tinggi (making pregnancy safer).

Program peningkatan jumlah kelahiran yang dibantu oleh tenaga kesehatan, penyiapan sistem rujukan dalam penanganan komplikasi kehamilan, penyiapan keluarga dan suami siaga dalam menyongsong kelahiran, yang semuanya bertujuan untuk mengurangi Angka Kematian Ibu dan meningkatkan derajat kesehatan reproduksi.

(Aden Hasanudin / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button