Musik

Respon Kasus KDRT Artis, AM Kuncoro Luncurkan 2 Lagu

AM Kuncoro, penulis lagu dan penyanyi asal Kota Yogyakarta merespon kasus kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT artis dengan meluncurkan lagu Siksa Aku Yang dan Dimana Anakku Dimana Istriku.

Kedua lagu itu diluncurkan dengan label Prima Founder Records melalui platform musik digital, Jumat (14/10/2022).

Rulli Aryanto, salah seorang pendiri Prima Founder Records mengatakan, kesuksesan diraih AM Kuncoro karena lebih jujur dalam berkarya.

Dia lebih cepat menuangkan keadaan sekitar ke dalam karya, dengan lirik positif yang dikemas jenaka dalam AMK Genre.

AMK merupakan aliran musik AM Kuncoro sendiri yang memadukan semua unsur musik dan lirik secara gamblang.

“Kami sangat sadar akan uniknya para penikmat musik di Tanah Air. Semua market, dari yang konvensional sampai dengan digital kudu disasar oleh AM Kuncoro. Konsisten berkarya jadi strategi utama AM Kuncoro dalam meraih kesuksesan,” kata Rulli Aryanto.

Menurut Rulli, AM Kuncoro akan konsisten merilis 2 lagu setiap bulan. AM Kuncoro juga akan menjalani program promo berkala di media sosial dan interview radio setiap minggu.

Rulli Aryanto mengatakan, proses kreativitas AM Kuncoro sangat terfasilitasi oleh pola kolaborasi tim yang sudah paham dan cepat dalam merespon setiap karya yang akan diproduksi.

Kerjasama tersebut terpola antara tim Prima Founder di Yogyakarta dan Jakarta. Dalam dua tahun ini, AM Kuncoro telah merilis hampir 100 lagu, baik ia menyanyikannya sendiri maupun oleh artis penyanyi lainnya yang ia publikasikan di YouTube Channel Prima Founder TV.

AM Kuncoro mengatakan inspirasi lagu Siksa Aku Yang, dan Dimana Anakku Dimana Istriku didapatkan dari kasus KDRT artis yang sedang mencuat saat ini.

Tapi ketika AM Kuncoro membandingkannya dengan cerita kehidupan rumah tangga lainnya, justru AM Kuncoro menanggapi kasus KDRT artis tersebut secara berbeda.

Perbedaannya pada sudut pandang yang unik dan kemampuan dalam memahami pasangan untuk melahirkan respon yang berbeda.

Lagu Siksa Aku Yang bercerita tentang seorang suami yang menikmati semua tekanan dari pembagian tugas dalam mengurus rumah tangga yang diberikan oleh istrinya, selain masih harus tetap bekerja mencari nafkah.

Melalui lagu Siksa Aku Yang, saya ingin menyajikan sebuah sudut pandang positif tentang kehidupan berumahtangga, bahwa keharmonisan dalam rumah tangga perlu diperjuangkan, bukan hanya dalam kata-kata, namun juga dalam tindakan nyata.

“Walau mungkin hal itu bisa menjadi bahan olokan bagi orang di sekitar yang mengenal kita, namun tiada orang lain yang bisa mengintervensi cara yang kita pilih dalam menjalankan rumah tangga,” kata AM Kuncoro.

Garapan musik lagu Siksa Aku Yang dan Dimana Anakku Dimana Istriku masih berada di jalur yang sama dengan karya-karya sebelumnya AM Kuncoro.

Paduan musik akustik, keroncong, dangdut, reggae, dan pop dikemas sangat apik dan asik untuk dinikmati. Sehingga lirik lagunya mudah diingat, riang dan bikin bisa bergoyang.

Benang merahnya tak lepas dari peran Luddy Roos sebagai Musik Arranger, dan Tixxy sebagai Music Producer-nya, didukung dengan keterlibatan Arko Hexario dalam menangani Tracking, serta Rulli “Jendral” Aryanto dan AM Kuncoro sebagai Produser, juga Executive Producer Maya Sari Devi.

“Lagu Siksa Aku Yang, dan Dimana Anakku Dimana Istriku dirilis pada Oktober 2022. Meskipun dua lagu tersebut terinspirasi dari kasus KDRT, namun diangkat dalam tema yang berbeda-beda, dan tidak ada kaitan dengan lagu yang lain, walaupun secara musik masih memiliki benang merah dengan karya-karya lagu saya sebelumnya,” kata AM Kuncoro.

Lagu Dimana Anakku Dimana Istriku dirilis AM Kuncoro dalam kemasan AMK Genre.

Sebelumnya, AM Kuncoro juga telah merilis lagu-lagunya dalam aliran musik tersebut dengan judul; Rebutan Warisan, Judi Online, Pinjol, dan Investasi Bodong.

Lagu-lagu tersebut juga digarap dengan pesan moral yang terkandung di dalam liriknya, sebagai pengingat bagi para ayah yang mulai aktif bekerja usai masa pandemi, semoga selalu memiliki waktu untuk bersama keluarga agar keutuhan rumah tangga tetap dapat terjaga. (Muhammad Fadhli / Editor: Iman NR)

Muhammad Fadhli

SELENGKAPNYA
Back to top button