Pemkot Cilegon Imbau Jauhi Pabrik Kimia MCCI yang Meledak, Satu Pekerja Dibawa ke Puskesmas
Satu orang pekerja PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI) dibawa ke Puskesmas setempat usai terjadi ledakan pabrik kimia yang sebelumnya dikenal dengan nama PT Mitsubishi Chemical Indonesia, berlokasi di Jalan Raya Merak, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Provinsi Banten
Informasi itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra kepada wartawan terkait perkembangan penanganan insiden ledakan di kawasan industri tersebut.
“Informasinya, ada satu orang dari internal perusahaan yang terkena semburan air atau semacamnya, kemudian dibawa ke puskesmas,” ujar Ahmad Aziz, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, hingga kini Pemerintah Kota Cilegon masih menunggu laporan lanjutan terkait kondisi pekerja tersebut, termasuk kemungkinan dirujuk ke rumah sakit.
“Informasi terakhir masih dirawat di puskesmas. Untuk tindak lanjut atau apakah dirujuk, kami masih menunggu laporan,” katanya.
Selain pekerja internal perusahaan, Pemkot Cilegon mengaku belum menerima laporan adanya warga yang menjadi korban akibat insiden tersebut.
“Belum ada laporan warga yang terdampak atau menjadi korban,” ujarnya.
Ahmad Aziz mengatakan, saat ini Pemkot Cilegon bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), masih melakukan pemantauan terhadap kondisi di sekitar lokasi pabrik.
Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD, camat hingga lurah telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan antisipasi dampak lanjutan. “Kami masih menunggu hasil pengecekan dari DLH terkait kondisi di lapangan,” ucapnya.
Pemkot Cilegon juga mengimbau masyarakat, khususnya warga di sekitar kawasan Gerem dan Merak, agar tetap waspada dan sementara menghindari area sekitar lokasi kejadian.
“Untuk antisipasi, masyarakat di sekitar lokasi diimbau tidak dulu berada di luar rumah. Kalau memang diperlukan, bisa mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman,” katanya.
Ia menambahkan, BPBD Kota Cilegon, juga tengah menyiapkan langkah mitigasi apabila situasi di lapangan berkembang dan memerlukan titik pengungsian sementara bagi warga terdampak.
Forkopimda Tinjau Pabrik
Sebelumnya, Pemerintah Kota Cilegon bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepolisian, melakukan peninjauan langsung ke lokasi insiden ledakan yang menyebabkan gas putih yang terjadi di Pabrik kimia PT MCCI, Senin (25/5/2026).
Peninjauan dilakukan, untuk memastikan kondisi lingkungan pascakejadian yang sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Walikota Cilegon Robinsar menyampaikan bahwa pihaknya turun langsung ke lokasi bersama sejumlah instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan awal dan memastikan situasi terkendali.
“Dengan Forkopimda Kota Cilegon, didampingi juga dari Polda, dari Krimsus, dan juga dari Brimob. Hari ini memastikan ya, bahwa apa yang terjadi tadi siang yang sempat ramai di masyarakat,” ujar Robinsar, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, tim gabungan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan data awal terkait insiden tersebut.
“Kita melakukan olah TKP ya, walaupun memang belum ada kesimpulan. Tapi di tahap pertama ini, kami ingin memastikan, bahwa itu kondisi udara di lingkungan industri dan juga area sekitarnya itu dipastikan aman,” katanya.
Ia menegaskan, bahwa fokus utama pemerintah saat ini, adalah memastikan keamanan lingkungan serta memberikan perlindungan kepada warga yang terdampak.
“Tahap awal ini, kita hanya memastikan itu. Dan juga kami mengimbau kepada masyarakat Cilegon yang terdampak, kita sudah koordinasi juga dengan kecamatan, kelurahan, dan juga puskesmas terdekat,” terangnya.
Pemerintah Kota Cilegon, juga meminta pihak perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap warga yang terdampak akibat insiden tersebut.
“Saya minta perusahaan bertanggung jawab penuh ya kepada warga kami yang terdampak,” tegasnya.
Warga Kota Cilegon, Provinsi Banten, geger. Beredar kabar dan video, pabrik kimia PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI) yang berlokasi di Jalan Raya Merak, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, mengalami ledakan pada Senin (25/5/2026) siang, sekitar pukul 14.30 WIB (Baca: Warga Cilegon Geger, Beredar Kabar dan Video Pabrik Kimia Meledak).
Suara dentuman keras dan dan getaran akibat ledakan mencapai 1 kilometer dirasakan warga. Bahkan, karyawan pabrik tersebut, berhamburan meninggalkan areal atau kawasan pabrik, membuat warga sekitar semakin panik.
Rudy, warga di Lingkungan Peni, membenarkan adanya ledakan tersebut. Ia mengaku mendengar suara dentuman keras saat berada di rumahnya yang berjarak sekitar 3 kilometer dari pabrik.
Kepulan Asap Putih
Keterangan yang diperoleh, ledakan diduga terjadi akibat adanya tekanan berlebih (over pressure) pada sistem operasional pabrik.
Ledakan ini, menimbulkan kepulan asap putih tebal dan menyebarkan bau kimia yang sangat menyengat hingga merebak ke area jalanan di sekitar pabrik.
Diketahui, pabrik pengolah bahan baku poliester (Purified Terephthalic Acid/PTA) ini, juga pernah mengalami insiden ledakan pipa reaktor serupa, pada Februari 2022 lalu
Seorang warga bernama Hayatullah, mengaku mengalami sesak napas yang diduga akibat dampak bau menyengat pasca kejadian ledakan yang disebut berasal dari ledakan di Pabrik Kimia PT MCCI.
Akibat kondisi tersebut, Hayatullah langsung memeriksakan kesehatannya dan berobat ke salah satu klinik bidan di wilayah Kelurahan Gerem.
“Harusnya, setiap perusahaan memiliki sistem tanggap darurat yang jelas ketika terjadi insiden. Warga jangan sampai dibiarkan bingung dan tidak tahu harus berbuat apa,” ujar Hayatullah.
Ia menambahkan, masyarakat yang terdampak, khususnya warga dengan keterbatasan ekonomi maupun akses kesehatan, dinilai membutuhkan perhatian serius dan penanganan cepat dari pihak perusahaan.
“Kalau masyarakat yang punya kendaraan atau biaya, mungkin bisa langsung berobat ke rumah sakit atau puskesmas. Tapi bagaimana dengan warga yang tidak memiliki kemampuan itu? Jangan sampai masyarakat hanya pasrah menghadapi dampak yang diduga berasal dari aktivitas perusahaan,” lanjutnya. (Penulis : Daeng Yusvin)










