UMKM

Asep: 40 Pembuat Tahu Tempe di Domba Tegal Minta Direlokasi

Sebanyak 40 pembuat tahu dan tempe di Kampung Domba Tegal, Kota Serang meminta agar direlokasi untuk dipisahkan dengan hunian rumah. Pemisahan itu agar tidak menggangu permukiman.

Demikian disampaikan Ketua Koperasi Pengusaha Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Banten, Redi Kurniadi dan Sekretarisnya, Ojang kepada Asep Rahmatullah, Ketua Dekopin Wilayah Banten seperti dikutip MediaBanten.Com dai Chanel Youtube Arah Official, Minggu (28/8/2022).

“Nantinya, di tempat yang baru, kami berharap hanya tempat produksi dan pemasaran, tidak boleh ada untuk rumah,” kata Ojang.

Ojang menceritakan pengalaman para pembuat tahu tempe. Ketika menempat lokasi tertentu, lokasi itu berkembang juga menjai perumahan.

“Pengalaman kami justru kami yang terusir. Jadi nanti di tempat baru, kami ingin khusus tempat pembuatan tahu dan tempe, tidak boleh dicampur dengan rumah, termasuk rumah para pembuat tahu dan tempe itu harus di luar kawasan tersebut,” katanya.

Persoalan lainnya yang dikemukakan adalah peralatan produksi yang dimiliki masih tradisional. Mereka ingin mendapatkan kemudahan untuk meningkatkan alat produksi agar produksi tahu dan tempe menjadi meningkat dan lebih higienis.

“Kami belum membutuhkan alat produksi yang bernilai miliaran rupiah. Ada teknologi tempat guna yang bisa dipakai, jauh lebih murah,” ujarnya.

Ketua Kopti Banten, Redi Kurniadi mengatakan, jumlah anggota Kopti sekitar 1.900 unit. “Satu unit produksi itu menyerap tenaga kerja sekitar 5 orang. Totalnya bisa mencapai 9.500 orang,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Asep Rahmatullah, Ketua Dekopin Wilayah Banten berjanji akan mencari solusi dan mengkomunikasikan masalah yang dihadapi Kopti.

“Kami koordinasikan dengan Komisi II DPRD Banten, Dinas Perindag Banten dan Dinas Koperasi dan UKM Banten,” kata Asep Rahmatullah yang juga Sekretaris DPD PDIP Banten.

Sebelumnya, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Banten, Asep Rahmatullah meminta pemerintah provinsi, kabupaten dan kota mengatasi kesulitan pengusaha tahu dan tempe di Banten menyerap 1.200 ton kedelai subsidi (Baca: Kedelai Subsidi Sulit Diserap Pengusaha, Ini Kata Dekopin Banten).

“Persoalannya bukan pada pengusaha tahu tempe tak mau menyerap kuota subsidi tersebut, tetapi kesulitan karena mekanisme pembelian kacang kedelai ke Bulog,” kata Asep Rahmatullah, Ketua Dekopin Wilayah Banten, Jumat (19/8/2022).

Asep mencontohkan, pengusaha tahu tempe yang tergabung dalam Koperasi Pengusaha Tahu Tempe (Kopti) di Banten yang memiliki anggota 1.900 pengusaha tempe tahu tidak bisa membeli langsung ke Bulog, tetapi harus mendapat rekomendasi dari lembaga lain.

Informasi yang diterima, saat mengurus rekomendasi itu juga terjadi kesulitan, karena ada sikap saling lempar. Ini harus diluruskan dan diatasi agar program pemerintah pusat bisa berjalan dengan baik. (Chanel Youtube Arah Official / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button