Ati Didukung Golkar Maju Ke Pilkada Cilegon 2020

Partai Golkar mendukung Ratu Ati Marliati, kakak Tb Iman Ariyadi yang terkena OTT KPK saat menjabat Walikota Cilegon. Dukungan Partai Golkar ke Ati untuk maju sebagai Balon Walikota Cilegon periode 2020-2025 dalam Pilkada 2020.

“Tidak ada nama lain, kita satu suara, satu iktikad, satu niat. Inilah kebiasaan Golkar membuka ruang agar demokrasinya hidup. Sebab, jika tidak ada Rapimdasus, tidak sah pencalonan Ibu Ati,” kata Sekretaris DPD Golkar Cilegon Sutisna Abas, Minggu (24/11/2019).

Ratu Ati Marliati merupakan putri dari Tb Aat Syafaat (Almarhum) yang juga ditahan KPK karena terbukti dalam kasus korupsi Pelabuhan Kubangsari Rp49,5 miliar.

Sedangkan Tb Iman Aryadi, mantan Walikota Cilegon yang juga adik Ratu Ati Marliati divonis 6 tahun penjara setelah di-OTT KPK. Tb Iman Aryadi terbukti menerima suap Rp1,5 miliar dari Amdal pembangunan industri.

PNS Pemkot

Ratu Ati Marliati sebelumnya merupakan PNS di Pemkot Cilegon, kemudian kini menjabat Wakil Walikota Cilegon, mendampingi Edi Ariadi, Walikota Cilegon. Edi jadi Walikota setelah Tb Iman Aryadi ditangkap KPk.

Setelah Partai Golkar Cilegon resmi mengusung Ati, hasil keputusan Rapimdasus itu nantinya akan dibawa ke DPD Banten dan diteruskan ke DPP. Mekanisme itu merupakan alur yang harus ditempuh sesuai peraturan partai.

“Nanti ada dari hasil Rapimdasus itu apa, keputusannya kita buat berdasarkan itu, mempertimbangkan itu, memutuskan. Kita bawa ke DPD Banten untuk seterusnya ke DPP,” ujarnya.

Sementara itu, Ratu Ati Marliati, yang secara sah telah didukung oleh Partai Golkar Cilegon sebagai bakal calon wali kota pada Pilkada 2020, melalui Rapimdasus DPD Golkar Cilegon, mengatakan hingga saat ini dia menyerahkan seluruh mekanisme yang ditetapkan, termasuk terkait bakal calon wakil yang akan menjadi pendampingnya.

“Kita kan belum bisa menentukan, karena harus Ibu suka, harus juga Partai Golkar juga suka. Tapi itu kan ada beberapa mekanisme yang akan ditempuh oleh Partai Golkar, mungkin bisa hasil survei dan sebagainya. Jadi sekarang kita menerima dari mana, nanti akan kita lihat,” tuturnya. (Bachtiar Rifai / IN Rosyadi)

Berita Terkait