Hukum

Kapolri Pastikan Investigasi Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memastikan tim gabungan kepolisian dan pihak lain melakukan investigasi peristiwa kebakaran Terimninal Pengisian Bahan Bakar (TPBB) Pertamina atau dikenal Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara.

Peristiwa kebakaran ini menyebabkan 17 orang meninggal dunia, luka-luka 50 orang dan lebih 1.800 warga setempat mengungsi.

“Kami dengan tim Pak Kapolda, Kabareskrim Polri, dan tim gabungan investigasi didampingi rekan-rekan Pertamina melakukan pengecekan awal di TKP,” kata Kapolri, Jenderal Pol Litsyo Sigit Prabowo dalam keterangan tertulis, Minggu (5/3/2023).

Kapolri mengungkapkan peristiwa kebakaran itu terjadi sekira pukul 20.00 WIB, Jumat (3/3/2023). Awalnya, di lokasi itu sedang melakukan pengisian bahan bakar minyak jenis pertamax yang dikirim dari Balongan.

Saat pengisian,terjadi gangguan teknis yang mengakibatkan terjadinya tekanan berlebihan. Setelah itu, terjadilah kebakaran.

Tim investigasi gabungan masih akan terus melakukan pendalaman terkait dengan sumber api awal di lokasi kejadian. “Tentunya untuk mencari tahu sumber api dari mana, ini sedang dilakukan pendalaman oleh tim,” ujar Sigit.

Sigit menyatakan tim investigasi gabungan melakukan pendalaman dengan meminta keterangan beberapa saksi hingga memeriksa CCTV.

saksi, CCTV, kemudian hal-hal yang kita perlukan sifatnya teknis sehingga nanti bisa kita jelaskan secara scientific crime investigation tentang peristiwa yang sebenarnya. Khususnya terkait sumber api yang mengakibatkan terjadinya kebakaran,” ucap Sigit.

Bukan Pertama

Insiden kebakaran Depo Pertamina Plumpang ini adalah yang kedua kalinya. Sebelumnya, kebakaran hebat juga pernah melanda Depo Pertamina Plumpang pada Minggu malam, 18 Januari 2009. Kedua insiden kebakaran Depo Pertamina Plumpang itu sama-sama terjadi di malam akhir pekan.

Kebakaran Pertamina Plumpang pada 2009 berasal dari depo 24 yang menampung sekitar 5.000 kiloliter BBM jenis premium.

Pertamina ketika itu mengatakan bahwa kebakaran tersebut telah menyebabkan kerugian hingga sekitar Rp 17 miliar. Sementara korban jiwa akibat insiden itu berjumlah satu orang, yakni petugas keamanan di fasilitas tersebut.

Saya Kawal”

Menteri BUMN, Erick Thohir berjanji akan mengawal pengusutan peristiwa kebakaran Depo Pertamina yang terjadi pada Jumat (3/3/2023).

Erick Thohir pun meminta Pertamina segera mengusut tuntas peristiwa kebakaran tersebut. “Saya memerintahkan Pertamina untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Kita fokus dan cepat selamatkan masyarakat dan harus ada evaluasi operasional ke depannya,” tegas Erick Thohir dikutip dari akun Instagram @erickthohir.

Erick pun berjanji mengawal kasus kebakaran ini sampai tuntas. “Saya akan turut mengawal kasus ini,” ujar Erick.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa kebakaran di Depo Pertamina di Plumpang.

“Penanganan kejadian tersebut bekerja sama dengan pihak terkait,” kata Nickem Jumat (3/3/2023) malam.

Nicke turut mengucapkan keprihatinannya dan permohonan maaf atas kejadian ini. “Pertamina akan memberikan penanganan yang terbaik bagi masyarakat terdampak,” imbuhnya.

Menurut Nicke, Pertamina membentuk tim gabungan dengan PT Pertamina Patra Niaga dan fungsi terkait untuk menginvestigasi penyebab terjadinya insiden kebakaran yang terjadi di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara.

“Kami akan melakukan evaluasi dan merefleksi menyeluruh di internal demi menghindari kejadian serupa terulang,” ungkap Nicke.

Selain itu, tambah Nicke, Pertamina memastikan pasokan BBM tetap aman dengan back up supply dari terminal terdekat yaitu TBBM Tanjung Gerem, TBBM Cikampek, dan TBBM Ujung Berung.

“Pasokan BBM juga diamankan melalui dukungan dari Kilang Cilacap dan Balongan yang disalukan lewat laut ke TBBM Tanjung Priok,” pungkasnya. (dari berbagai sumber / INR)

Editor Iman NR

Iman NR

Back to top button