Ekonomi

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tidak Naik Hingga Maret 2022

Pemerintah memastikan tarif listrik tidak akan naik hingga Maret 2022. Kebijakan ini dilakukan karena masyarakat masih dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid 19.

“Masih pandemi juga, masyarakat belum siap, makanya TDL tetap dulu. Untuk triwulan 1, sampai Maret nanti tetap tidak ada perubahan,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, Kamis (13/1/2022) seperti yang dilansir republika.co.id.

Rida mengakui, memang saat ini pemerintah ada rencana untuk mengevaluasi tarif dasar listrik (TDL). Sebab, harga energi primer sudah melambung dan menekan ongkos produksi pembangkit.

Rida juga memastikan saat ini pemerintah berupaya untuk menciptakan pasokan listrik yang andal untuk masyarakat. Di tengah krisis pasokan energi primer, pemerintah melakukan pengetatan pasokan energi primer.

Rida menilai kebijakan larangan ekspor memang perlu diambil pemerintah. Sebab, faktanya secara produksi dan cadangan yang dimiliki Indonesia sangat banyak.

Hanya saja, karena persoalan harga batubara yang sedang naik menarik minat pengusaha batubara untuk memprioritaskan ekspor.

“Akan lucu saja kalau kita mati listrik karena tidak punya batu bara, padahal ada tapi diekspor. (HOP) amannya 10 hari, tapi Pak Menteri minta 20 hari. Untuk seterusnya 20 hari,” ungkapnya.

Pada saat krisis, kata Rida, hari operasi (HOP) sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menyatakan kekurangan pasokan batu bara sempat menyentuh 5 hari. Namun saat ini HOP PLTU telah mencapai 10 hari.

“Sampai saat ini trennya membaik. Pemadaman tidak? Tidak, sudah lewat. Dari 17 PLTU itu tidak ada yang mati hari ini. Sistem Jamali maupun luar itu jangan sampai mati karena kekurangan batu bara,” ujar Rida. (Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button