Kesehatan

Pemkot Serang Jamin Pengobatan Korban Bencana Banjir

Walikota Serang, Syafrudin akan menjamin pengobatan bagi korban bencana banjir Kota Serang yang terjadi, Selasa (1/3/2022).

Koraban banjir Kota Serang yang masuk rumah sakit selain rumah sakit Kota Serang akan kami jamin pengobatannya. Jadi tidak ada yang tidak diobati Pemkot Serang,” ungkap Syafrudin, kemarin.

Karena itu, paska bencana banjir yang melanda Kota Serang pada beberapa waktu lalu, Walikota Serang, Syafrudin menekan Dinas Kesehatan (Dinkes) agar menjaga kesehatan masyatakat.

Paska bencana ini banyak yang diare, gatel-gatel dan lain-lain. Saya tekankan ini untuk dikontrol, sehingga tidak ada masyarakat yang tidak keurus,” ucap Safrudin usai rapat dengan Forkopimda di Setda Kota Serang.

Bahkan, sambunngya, Pemkot Serang memastikan warganya yang masuk rumah sakit akibat banjir biayanya akan difasilitasi. Termasuk, menurutnya, jika warga yang terdampak banjir tersebut sudah sembuh atau keluar dari rumah sakit.

“Sekalipun sudah sembuh dan belum dibayar, ini tanggung jawab Pemkot Serang melalui Dinkes,” katanya.

Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hadanudin mengatakan, pihaknya meminta agar pihak Puskesmas jika kekurangan obat untuk memberitahu ke Dinkes.

“Kalau seandainya kekurangan obat tolong segera sampaikan ke Dinkes sehingga Dinkes akan keluarkan obat dari gudang farmasi obat. Apabila kurang, maka kita akan minta ke Provinsi,” katanya.

Sebelumnya,Walikota Serang, Syafrudin meminta korban banjir yang rumahnya rusak untuk bersabar. Karena Pemkot sedang menyusun regulasi pemberian bantuan perbaikan rumah agar sesuai dengan peraturan yang berlaku (Baca: Korban Banjir Sabar Ya, Pemkot Siapkan Regulasi Bantuan Rumah Rusak).

“Bagi rumah yang terdampak, baik hanyut atau pun rusak kita sudah buatkan regulasi. InsyaAllah dibantu, ringan itu dari Rp5-7,5 juta, sementara kalau sedang dari Rp7,5-10 juta, dan untuk berat dari Rp11-17 juta,” jelas Syafrudin usai rapat Forkopimda di Setda Kota Serang, Jumat (4/2/2022).

Menurutnya, Provinsi Banten juga akan ikut membantu memberikan bantuan untuk warga yang rumahnya terdampak.

“Provinsi juga akan membantu, cuma belum sampai ke kami berapa besarannya itu belum bisa terprediksi,” jelas Syafrudin.

Syafrudin menyebut, untuk perkembangan saat ini, yang terdampak totalnya ada 82 titik banjir, 4.357 rumah, 1.470 Kepala Keluarga. (Reporter: Hendra Hermawan / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button