Peristiwa

Warga Korea Selatan Jadi Lebih Muda, Berkat UU Terbaru

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) meluncurkan undang – undang (UU) baru yang mengubah metode penghitungan usia di negara tersebut.

Dalam UU tersebut, perhitungan usia warga Korsel harus dlakukan dengan menggunakan sistem internasional.

Korea Selatan memiliki sistem hitungan sendiri dalam menentukan usia seseorang.

Umur warga Korsel biasanya setahun lebih tua dibandingkan aslinya karena pada saat bayi baru lahir otomatis terhitung sudah berumur satu tahun.

Dengan diresmikan UU tersebut pada Kamis (08/12/2022), maka usia warga Korsel menjadi satu atau dua tahun lebih muda. Aturan perhitungan usia mulai berlaku pada Juni 2023 mendatang.

Selama ini, sistem tradisional Korea untuk menentukan usia berbeda dengan sistem internasional.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan Kementerian Perundang – undangan pemerintah, lebih dari 80 persen warga Korea Selatan menyatakan dukungannya untuk menyesuaikan sistem penghitungan usia tersebut.

Presiden Yoon Suk Yeol berjanji untuk melakukannya sebagai bagian dari kampanye pemilihannya, langkah itu pun didukung Parlemen Korea Selatan.

“Revisi ini bertujuan untuk mengurangi biaya sosial – ekonomi yang tidak perlu karena perselisihan hukum dan sosial serta kebingungan terus berlanjut karena cara menghitung usia yang berbeda,” kata Yoo Sang-bum.

Di sisi lain, sejarawan tidak memiliki penjelasan yang jelas tentang asal – usul kalender Korea Selatan.

Usia internasional mengacu pada jumlah tahun sejak mereka lahir dan dimulai dari nol.

Sistem tersebut juga digunakan hampir semua negara. Namun ketika ditanya usia mereka dalam suasana informal.

Kebanyakan orang Korsel akan menjawab dengan usia Korea yang bisa jadi satu atau bahkan dua tahun lebih tua dari usia Internasional mereka.

Pada sistem ini, bayi dianggap berumur satu tahun pada hari mereka dilahirkan, dengan satu tahun ditambahkan setiap tanggal 1 Januari.

Dalam beberapa keadaan, orang Korsel juga menggunakan usia kalender yakni perpaduan antara usia Internasional dan usia Korea yang menganggap bayi sebagai usia nol tahun pada hari mereka dilahirkan.

Usia Korea biasanya digunakan dalam kehidupan sehari – hari, sedangkan usia internasional lebih sering digunakan untuk urusan hukum dan resmi.

Hal itu misanya ketika berhadap dengan hukum perdata. Namun, beberapa UU termasuk seputar usia legal untuk minum, merokok, dan wajib militer, biasanya menggunakan.

(*/Editor: Abdul Hadi)

SELENGKAPNYA
Back to top button