Akal-akalan Menyeberang ke Sumatera, 4 Pikup Menjadi “Travel” di Merak

pickup travel merak

Banyak cara yang dilakukan pemudik untuk sampai ke kampung halamannya di Pulau Sumatera. Setidaknya hal ini terlihat dari empat pickup yang beralih status menjadi travel.

Ada empat pick up yang mengangkut penumpang di bagian depan kemudi, sedangkan bagian belakangnya dimuat koper, tas dan sepeda motor. Mereka tercegat di check point Gerem, Kota Cilegon, Banten.

Pakaian dan barang bawaan mereka di masukkan ke dalam tas dan koper. Kemudian ditutup menggunakan terpal, sehingga tidak terlihat seperti pemudik. Sepeda motornya ditaruh di bagian belakang pick up, kemudian di ikat menggunakan tali tambang.

“Modus baru yamg menuju Pelabuhan Merak dan menyebrang ke Bakauheni, pick up jadi travel, mereka mengambil penumpang di jalan. Menurut informasi awal yang kita dapatkan, mereka naik dari Kota Serang,” kata Wakapolres Cilegon, Kompol Andra Wardana, ditemui di check point Gerem, Kota Cilegon, Banten, Jumat (01/05/2020).

Pedoman Pemerintah

Pihak kepolisian mengaku tetap berpedoman pada perintah pemerintah pusat yang melarang adanya aktifitas mudik, guna mencegah penyebaran covid-19. Kendaraan pemudik akan disuruh putar balik ke daerah asal keberangkatan.

Para supir dan penumpang pick up kini sedang di data di Mapolsek Pulomerak, Kota Cilegon, Banten. Identitas dan surat kendaraan mereka di catat oleh pihak kepolisian dari Polres Cilegon.

“Kami tetap mendukung program pemerintah untuk mencegah penyebaran covid-19. Kita akan selalu melakukan penyekatan dan melakukan pemulangan ke daerah asal,” jelasnya.

Penumpang dikenakan bervariatif, mulai dari Rp 450 ribu sampai Rp 900 ribu per orang nya. Berdasarkan pemantauan dilokasi, penumpang seluruhnya berjenis kelamin perempuan dan disupiri oleh seorang pria.

Tarif yang dikeluarkan oleh penumpang itu untuk biaya perjalanan di mobil pick up, termasuk untuk membeli tiket penyebrangan di Pelabuhan Merak. Surat kendataan sepeda motor yang ada di pick up akan diperiksa keabsahannya, guna menghindari kendaraan bodong.

“Ada imbalan agar mereka (penumpang) dapat ikut sampai ke Lampung. Relatif, ada yang Rp 450 ribu sampai Rp 900 ribu, berbeda-beda tarifnya,” terangnya. (Yandhi Deslatama)

Yandhi Deslatama

Berita Terkait