Kecewa PPDB Banten, Tagar #TerserahAja Warnai Group WA Help Desk

website PPDB Banten 2020

Tagar #TerserahAja mewarnai Group WA Help Desk PPDB SMA SMK SKH. Tagar itu sebagai respon kekecewaan operator dan pendaftar terhadap pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru untuk SMA, SMK dan SKH tahun ajaran 2020/2021 di Provinsi Banten.

“Input yang salah nda bisa di edit nda bisa dftar lagi y wis biarkanlah #PPDB_Terserah,” begitu postingan salah satu anggota group WA tersebut yang dikutip MediaBanten.Com, Minggu (7/6/2020).

“Ya sudah lah pak. Nggak usah dipikirin. Yang penting calon peserta didik melakukan prosedur yang diinginkan provinsi. Salah upload, salah ngisi, Ngak apa-apa. Nati akhir kita punya daftar valid, entah dari mana. Saya yakin teman-teman juga punya solusi. Hapy Ending. Hidup Jangan Dibuat Rumit. #terserah,” postingan lainnya di group tersebut.

Bahkan permohonan admin atau operator sekolah agar bisa memperbaiki kesalahan data, tidak direspon oleh Help Desk atau admin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten. Padahal pada saat rapat conference (via online) sudah diingatkan soal kelemahan aplikasi PPDB yang digunakan sekarang. Namun scriptnya dianggap perfect tanpa celah. “Lah kita mah apa atuh. Percuma juga ngasih info dan masukan #terserah,” kata satu postingan lagi.

Salah satu capture percakapan di WA Group Help Desk PPDB Banten. Foto: Istimwa

Baca:

Belum Direspon

Hingga berita ini dimuat, Plt Kadis Dindikbud Banten, Yusuf belum bisa dikonfirmasi. Sedangkan WA yang dikirim ke Rudi Prihadi, Kabid SMA Dindikbud Banten juga belum direspon.

Dalam group WA itu terungkap percakapan, para pendaftar calon peserta didik baru itu tidak punya bukti cetak sudah mendaftar. Admin web PPDB malah meminta agar dicapture. Banyak peserta didik yang tidak melakukan hal tersebut, sehingga tidak memiliki kepastian apakah pendaftarannya berhasil atau tidak.

Khusus untuk SMA, maps yang terpasang di web PPDB sering bergeser jauh dari lokasi sekolah atau salah menentukan titik koodinat sekolah, mengakibatkan lokasi rumah menjadi ke luar dari zonasi yang ditetapkan. Menurut sejumlah operator di sekolah, penyebabnya adalah aplikasi PPDB kurang suport dengan perangkat yang dimiliki calon peserta didik baru.

Aplikasi PPDB Banten juga tidak mengakomodir peserta lulusan Paket B dan Homeschooling. Aplikasi ini juga tidak mengindahkan sekolah yang blankspot internet atau tidak terjangkau oleh internet.

Upload Raport

Sedangkan untuk SMK, para pendaftar mengalami tidak adanya menu upload raport sebagai syarat pendaftaran, tidak ada menu pilihan otomatis kompetensi keahlian dan harus diisi secara manual yang mengakibatkan kesalahan dalam pemilihan kompetensi, tidak ada keterangan pembobotan atau passing grade terhadap apa yang diinput oleh calon peserta didik.

Sebelumnya, Dinas Kominfo Banten merilis soal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2020/2021. Selain jalur zonasi, ada tiga jalur lain dalam PPDB kali ini.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN Tahun Pelajaran 2020/2021 di Provinsi Banten dibuka sejak tanggal 26 mei 2020. Jadwal pendaftaran yang dimulai sebelum pengumuman kelulusan SMP dan MTs Tahun pelajaran 2019/2020 dikarenakan PPDB Banten juga memberikan kesempatan akses waktu lebih panjang bagi pendaftar yang lulus di tahun pelajaran sebelumnya dan belum berusia 21 tahun. Hal ini sesuai dengan amanah Permendikbud 44 tahun 2019.

Untuk SMAN dilaksanakan dari tanggal 26 Mei – 27 Juni 2020. Rekonsiliasi data pada 30 Juni 2020. Sementara untuk SMKN dilaksanakan dari tanggal 26 Mei – 23 Juni 2020. Sedangkan jadwal uji kompetensi tanggal 24 – 27 Juni. Rekonsiliasi data pada 27 Juni 2020. Sementara untuk SKhN dilaksanakan dari tanggal 17 Mei – 22 Juni 2020. Asessment kekhususan tanggal 24 – 26 Juni 2020.

Sedangkan pengumuman hasil seleksi PPDB Tahun Pelajaran 2020 pada 30 Juni 2020. Daftar ulang dilaksanakan pada tanggal 1 – 10 Juli 2020. Awal tahun pelajaran baru dimulai pada minggu ketiga Juli 2020. (Didi / IN Rosyadi)

Berita Terkait