Pengamat Politik: Tatu Chasanah Kandidat Terkuat Pilkada 2020

bupati serang laporkan penyegel smpn 1 mancak

Ratu Tatu Chasanah, patahana Bupati Serang dinilai kandidat terkuat dalam Pilkada Kabupaten Serang 2020.

Meskipun Tatu Chasanah tengah disoroti karena disebut sebagai penerima uang korupsi Rp4,5 miliar dalam kasus tindal pidana pencucian uang (TPPU) Tb Chaeri Wardhana (TCW), adik Ratu Tatu Chasanah.

Pasalnya, Tatu Chasanah memiliki bekal investasi politik sebagai patahana dan mengendalikan basis massa di Wilayah Kabupaten Serang.

Suwaib Amirudin, Pengamat Politik dari Universitas Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang mengungkapkan, dari beberapa kandidat yang sudah mengikuti penjaringan di berbagai partai politik (Parpol), baru Tatu yang sudah pasti akan mendapatkan tiket maju dari parpol.

Menurutnya, Tatu memiliki posisi strategis sebagai ketua DPD Partai Golkar Banten. Tatu diprediksi akan mulus mendapatkan rekomendasi dari partai DPP partai itu.

Ketua DPD Golkar

“Sampai hari ini masih kuat bu Tatu sebagi petahana dan Ketua DPD Golkar Banten. Jumlah kursi di DPRD sudah mencukupi untuk maju sebagai calon bupati. Artinya dia memiliki kepastian perahu. Kalau yang lain belum,” kata Suwaib Amirudin, kemarin..

Suwaib mengatakan, selain Golkar, Tatu diprediksi mendapatkan dukungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan bahkan Partai Keadilan Sosial (PKS)

“Kalau kita melihat tradisi PDIP akan ke ibu Tatu kemudian PAN, Demokrat dan kemungkinan PPP termasuk PKS. Kalau kaitkan pilpres Gerindra, PKS dan PAN bergabung kan itu nasional tapi di kancah daerah beda,” katanya.

Suwaib menjelaskan, Parpol akan memilih calon potensial baik kepopuleran dan finansial (uang). Karena paka Pemilu hampir semua partai kehabisan biaya.

Karena itu, Parpol tidak berani memunculkan kadernya untuk maju di perhelatan pesta demokrasi 2020. Kecuali kader itu memiliki finansial yang besar.

“Parpol ketakutan salah pilih calon dan berdampak sulit melakukan koalisi di parlemen dengan eksekutif,” katanya.

Menurut dia, bisa jadi momen Pilkada Serentak 2020 merupakan kesempatan untuk mengembalikan dana yang terkuras saat Pemilu.

Setidaknya, Parpol tidak terbebani biaya, tetapi meraih kemenangan dalam Pilkada Serentak tahun 2020. (Menyenaw)

Berita Terkait