Opini

Senyum dan Politik

Apa artinya jika di dalam agama dikatakan senyum bernilai ibadah, karena senyum adalah sedekah yang paling murah dan bisa dilakukan siapapun. Sedekah bagian dari ibadah.

Saya khawatir belum banyak orang paham, bahwa senyum adalah salah satu kebutuhan pokok dalam interaksi dan komunikasi, seperti yang dipahami dalam kebutuhan pokok dalam sembako.

Oleh: ASEP RAHMATULLAH *)

Di dalam politik, senyum bisa berarti banyak, setidaknya mencerminkan kemampuan dalam memahami situasi dan kondisi yang berkembang, memberikan harapan kepada siapapun bahwa pertarungan politik dipahami sebagai bagian dari membangun kebahagiaan bersama.

Senyuman dalam politik adalah optimisme.

Politik tidak melulu harus diartikan siasat, pertarungan kekuasaan dan pemilu. Dalam trend kemanusiaan yang terus berkembang, dimana individu menjadi pusat perhatian sebuah perubahan, maka politik adalah sebuah harapan, sebuah gerak keyakinan yang mesti dijalani untuk mencapai kemaslahatan, dimana individu menjadi target perubahan tersebut.

Oleh karena itu Pemilu bukan gerak mekanistik sirkulasi udara dengan rumus-rumus matematika. Politik adalah parade dan kampanye untuk mengajak orang lain mau tersenyum bahagia dalam memahami janji perubahan ke depan.

Senyum dalam politik adalah senyawa yang dapat melebur kepenatan perdebatan tentang mimpi dan permusuhan.

Saking pentingnya senyuman, dunia memberi perhatian khusus dengan menjadikan hari Jumat pertama di bulan Oktober sebagai hari senyum sedunia atau world smile day.

Khalayak menghubungkan hari senyum sedunia ini dengan karya Harvey Ball, seniman Worcester, Massachusetts yang menciptakan ikonik terkenal, wajah kuning bulat yang sedang tersenyum.

Gagasan Harvey sebenarnya ditujukan untuk menebar kebaikan baik ke diri sendiri maupun kepada orang lain, apapun aliran politiknya, apapun agama, budaya dan strata pendidikan serta ekonominya.

Menjelang tahun politik, 2024 mendatang, setiap dari kita, terutama elemen-elemen penting yang terlibat dalam pertarungan kekuasaan, sebaiknya mengelola politik dengan senyuman.

Artinya mengelola politik dengan upaya membahagiakan orang lain, membahagiakan orang lain dapat diartikan mengabarkan sebuah perubahan dari hati untuk kepentingan bersama.

Bersama-sama untuk tidak pura-pura tersenyum, tidak terpecah, menggerakkan politik kebangsaan, yakni politik inklusif yang dapat memberikan akses kepada siapapun tanpa membeda-bedakan agama, budaya dan pendidikannya untuk berpartisipasi secara bebas, tanpa tekanan, tanpa diiming-imingi materi.

Senyum menghilangkan duka. Maka akan menjadi sebuah proses perubahan pula, jika para petarung politik yang berbeda kubu sering berfoto bersama dalam senyum yang paling indah.

Unggahlah foto bersama dengan lawan politik kepada masyarakat agar masyarakat terhindar dari polarisasi identitas yang dapat menyesatkan politik kebangsaan, yakni politik yang mengedepankan kepentingan bangsa sekeras apapun pertarungan kekuasaan yang terjadi antar kelompok. (***)

*) Penulis adalah Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan (DPD PDIP) Provinsi Banten.

Iman NR

Back to top button