HeadlinePemerintahan

Wahidin Halim Tak Hadir Dalam Sertijab ke Pj Gubernur Banten

Wahidin Halim, Gubernur Banten periode 2017 – 2022 tidak hadir dalam acara serah terima jabatan (Sertijab) Gubernur dan Wakil Gubernur Banten masa jabatan 2017 – 2022 kepada Pj Gubernur Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (17/5/2022).

Sertijab itu dilakukan Andika Hazrumy, Wakil Gubernur Banten periode 2017 – 2022 kepada Al Muktabar, Pj Gubernur Banten.

Sertijab tersebut disaksikan oleh Plt Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan Andi Oni P dan Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni. Selain itu, turut hadir juga Forkopimda, sejumlah akademisi dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Andika Hazrumy mengatakan bahwa Provinsi Banten di bawah kepemimpinannya bersama Gubernur Banten Wahidin Halim memperoleh 6 kali WTP.

“Saya juga menitipkan masih banyak PR kita khususnya sisa-sisa program kebijakan infrastruktur khusus di wilayah selatan harus ditindaklanjuti ke depan,” ucapnya.

Selain infrastruktur, kata Andika, penyelesaian aksesibilitas pelayanan kesehatan pun harus dapat dilanjutkan, dimana saat ini sedang dibangunnya RSUD di Labuan, Kabupaten Pandeglang dan RSUD Cilograng, Kabupaten Lebak.

“Saya juga menitipkan revitalisasi sungai Cibanten, sehingga diharapkan koordinasi yang dilakukan baik dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Pj Gubernur Banten Al Muktabar meminta dukungan dan doa masyarakat Banten dalam melaksanakan pemerintahan untuk membangun Provinsi Banten, terutama penugasan (mandatory) dari pusat sebagai Pj Gubernur Banten.

“Dengan telah diserahterimakan jabatan oleh Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur ke saya, ada mandatory (penugasan) yang diberikan kepada saya sebagai Penjabat Gubernur. Bersama kita akan bisa melakukan apa pun dengan ketulusan niat kita,” ungkapnya.

“Saya tidak sendiri, kita bersama-sama membangun Banten. Saya mohon dukungan dan doa para Kyai dan Ulama menjalankan pemerintahan Provinsi Banten,” kata Al Muktabar.

Dikatakan, Provinsi Banten dipandang sebagai wilayah yang sangat mendukung dalam pencapaian program-program nasional Pemerintah Republik Indonesia.

Pihaknya akan melaksanakan mekanisme kerja dengan meningkatkan komunikasi Forkopimda akan terus dilakukan.

“Tugas pemerintah adalah mengatur dan melayani. Kalau ada deviasi ada intervensi dengan komunikasi. Pelaksanaan pemerintahan perlu dikontrol dengan baik oleh internal dan eksternal,” ucap Al Muktabar.

“Saya mohon dukungan Bapak dan Ibu, kita akan membangun Provinsi Banten secara bersama,” pungkasnya. (Reporter: Hendra Hermawan / Editor: Iman NR)

Iman NR

Back to top button