Gubernur Banten Beli Mobil Listrik Kreasi Siswa SMKN 4 Pandeglang

Gubernur Banten, Wahidin Halim membeli satu mobil listrik buatan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Pandeglang ketika meninjau ruang praktik otomotif sekolah itu, Senin (2/3/2021).

Pembelian mobil listrik ini sebagai apresiasi Gubernur Banten terhdap mobil listrik yang berkecepatan 40 Km per jam dan mampu menerabas jalan di perbukitan. “Kita berharap ini bisa diuji coba, dikembangkan, dan nantinya mampu menembus pasar,” ungkap Wahidin.

“Kita mendukung kreatifitas dan inovasi anak-anak kita,” tegas Gubernur.

Baca:

Gubernur mengaku selalu tertarik untuk membangun pendidikan. Karena tanpa pendidikan warga masyarakat tidak bisa berkompetisi.  “Tanpa pendidikan kita tidak akan maju. Membangun semua peradaban baru dengan teknologi yang bisa didapatkan dari pendidikan,” ungkapnya.

“Peran para orang tua dan para guru sangat penting dalam mengembangkan kratifitas anak-anak,” pungkasnya.

Kepala Sekolah SMKN 4 Pandeglang Suhali mengungkapkan siswa SMKN 4 Pandeglang juga belajar energi baru terbarukan. Yakni dari sinar matahari untuk dikonversi menjadi energi listrik. Selanjutnya mampu menjadi energi penggerak kendaraan, pompa air petani, motor penggerak bagi nelayan, serta untuk penerangan.

Menurut id.wikipedia.org, mobil listrik adalah mobil yang digerakkan dengan motor listrik, menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpan energi lainnya. Mobil listrik sangat populer pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, tapi kemudian popularitasnya meredup karena teknologi mesin pembakaran dalam yang semakin maju dan harga kendaraan berbahan bakar bensin yang semakin murah.

Krisis energi pada tahun 1970-an dan 1980-an pernah membangkitkan sedikit minat pada mobil-mobil listrik, tapi baru pada tahun 2000-an lah para produsen kendaraan baru menaruh perhatian yang serius pada kendaraan listrik listrik.

Hal ini disebabkan karena harga minyak yang melambung tinggi pada tahun 2000-an serta banyak masyarakat dunia yang sudah sadar akan buruknya dampak emisi gas rumah kaca.

Mobil listrik memiliki beberapa kelebihan yang potensial jika dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran dalam biasa. Yang paling utama adalah mobil listrik tidak menghasilkan emisi kendaraan bermotor.

Selain itu, mobil jenis ini juga mengurangi emisi gas rumah kaca karena tidak membutuhkan bahan bakar fosil sebagai penggerak utamanya. Pada akhirnya, ketergantungan minyak dari luar negeri pun berkurang, karena bagi beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan banyak negara Eropa, kenaikan harga minyak dapat memukul ekonomi mereka.

(Rilis Biro Adpim Pemprov Banten / IN Rosyadi)

Berita Terkait