HeadlineHukum

SPN Minta Narasi Berimbang, Ini Kronologis Bentrok PT GNI Tewaskan 3 Pekerja

Puji Santoso, Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga Dalam Negeri DPP Serikat Pekerja Nasional (SPN) minta berbagai pihak memberikan narasi berimbang dan tidak menyudutkan dalam bentrok pekerja PT GNI atau Gunbuster Nickel Industri yang menewaskan 3 orang di Marowali Utara, Sulawesi Tengah.

“Jika bernarasi dengan menyudutkan salah satu pihak, nantinya tidak ketemu ujungnya atau penyelesaiannya. Jangan sampai pelanggaran tenaga kerja asing malah tidak ditangani,” kata Puji Santoso yang juga Wakil Ketua LKS Tripartit Nasional dalam rilis yang diterima MediaBanten.Com, Senin (16/1/2023).

Bentrok antara tenaga kerja lokal dengan tenaga kerja asing (TKA) Cina PT GNI terjadi di Marowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (14/1/2023). Teratat 3 orang tewas yang terdiri dari 2 tenaga kerja lokal dan 1 TKA Cina.

Menurut Puji, bentrok PT GNI tidak lepas sejumlah persoalan yang diadvokasi SPN. Perusahaan smelter ini dituding tidak taat peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

SPN mencatat 7 persoalan sebelum bentrok itu terjadi, yaitu pertama soal K3 ( SOP, APD, pelaksanaan K3 dan jaminan kematian).

Kedua, manajemen GNI dituding anti serikat pekerja / serikat buruh, dibuktinya dengan tak adanya serikat pekerja di perusahaan tersebut. Perusahaan itu tidak mau berunding.

Ketiga, perusahaan milik China ini dituidng melakukan pemberangusan serikat (union busting) dengan cara kontrak kerja pengurus SPN yang berkerja di perusahaan itu diberhentikan.

Keempat, perusahaan ini memotong tunjnagan skil. Kelima, menerapkan parjanjian kerja waktu tertentu terhadap pekerjaan bersifat tetap.Keenam, dituing PT GNI tidak punya peraturan perusahaan (PP).

Ketujuh, beberapa pekerja/buruh yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja sampai saat ini belum ditunaikan santunannya.

“Korban penganiyaan tenaga kerja lokal (WNI) oleh TKA Cina sudah dilaporkan ke Polres Marowali Utara, hingga sekarang tidak ada tindaklanjutnya. Bahkan, informasi yang kami terima (SPN – red), ada 56 tenaga kerja lokal diamankan aparat. Kami berharap penanganannya fair dalam proses ini,” kata Puji Santoso.

Berdasarkan asas equality before the law, SPN menuntut Polres Morowali Utara memroses para TKA Cina yang melakukan penyerangan, pengeroyokan dan penganiayaan kepada para Tenaga Kerja Lokal serta mengakibatkan hilangnya nyawa.

Kronologis Bentrok PT GNI

Dikutip dari Tempo.Co, bentrokan dilaporkan pada Sabtu malam, pukul 21.20 WITA. Berawal dari kericuhan di Pull Dump Truk yang mengakibatkan penganiayaan warga negara Indonesia (WNI) oleh warga negara asing (WNA).

Bentrokan lantas meluas hingga ke Smelter 2. Massa yang terlibat kericuhan saling lempar batu. Rusuh masih berlanjut hingga pukul 22.00 WITA. Terjadi pembakaran alat berat dan mobil. Massa juga diduga melakukan penjarahan di mes pekerja.

Tim gabungan yang dipimpin Kapolres Morowali Utara membubarkan massa pada Minggu 15 Januari 2023 sekira pukul 02.15 WITA. Situasi pun kembali kondusif dan terkendali.

Polda Sulteng menerangkan penyebab bentrokan di PT GNI, dipicu aksi sweeping yang dilakukan serikat pekerja yang mogok terhadap pekerja yang menolak aksi mogok.

Polisi menyebut, bentrokan antara TKA dan TKI PT GNI Morowali Utara, Sulteng, ini terjadi usai berulang kali serikat pekerja yang mogok kerja melakukan penyisiran.

Akibat bentrokan, jatuh tiga korban jiwa, yang terdiri dari dua pekerja lokal dan satu TKA. Selain itu, juga terdapat tiga orang mengalami luka-luka.

“Iya ada korban meninggal 2 orang TKI dan 1 orang TKA. Kemudian ada tiga orang pekerja yang mengalami luka-luka,” kata Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto.

Polisi kemudian menangkap sedikitnya 69 orang paska bentrokan. Mereka diduga melakukan provokasi. Selain itu, 69 orang tersebut juga diduga terlibat dalam perusakan di dalam area perusahaan.

Polresta Gorontalo Kota telah menerjunkan personel gabungan untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan. Kendati begitu, situasi di lokasi disebut mulai terkendali. Negosiasi dengan pekerja yang melakukan aksi mogok juga masih dilakukan.

“Untuk mengantisipasi agar kericuhan tidak berlanjut, perbantuan dan penebalan pasukan Polri dari Brimob dan Polres Morut sudah disiagakan di lokasi,” kata Didik. (Dari Berbagai Sumber)

Editor: Iman NR

SELENGKAPNYA
Back to top button